Mencari Hikmah di Balik Mimpi

Semalam saya bermimpi sedang “buang hajat” , nah lo agak tabu? Enggaklah ya, nggak ada maksud buat bicara hal-hal yang bertanda kutip itu tapi arti dibalik itu.

Kata orang, kalau mimpi “seperti itu” akan kehilangan sesuatu dalam dirinya, entah kehilangan harta benda atau kehilangan orang disekitar kita. Wallahu’alam percaya atau tidak, mimpi kan hanya bunga tidur, jadi ya buat warning saja kalau memang akan ada kejadian buruk menimpa harus lebih hati-hati kalaupun tidak ya berfikirlah positif semoga hal-hal buruk jauh dari diri kita.

Ada yang hilang setelah mimpi semalam berakhir. Apakah itu? Umur. Ya bangun tidur saya tersadar setelah membaca notifikasi di grup whatsap bahwa hari ini adalah tanggal 24 April yang ke 27 dalam hidupku. Tentu ada yang berkurang bukan? Tentu, dialah umur. Bukan umur yang bertambah tapi jatah umur hidup yang berkurang. Dan akhirnya mimpi semalam terjawab tentang kehilangan dalam hidup saya.

Semoga dengan kehilangan umur semua menjadi berkah, dan menjadikan diri ini lebih baik lagi dan sadar bahwa semua yang ada dalam diri saya, dari ujung kaki hingga kepala semua Allah yang punya, Allah yang bikin. Dan semua hal tentang diri kita juga pasti sudah kehendak Allah SWT. Rasanya kalau semua dikembalikan kepada yang punya, tidak akan risau, marah atau kecewa dengan keadaan, dengan syarat kita sudah berusaha dan berdoa menjadi apa yang kita inginkan. Tapi tetap Allah lebih tahu apa yang kata butuhkan, termasuk umur 27 dan segala pencapaiannya. Pasti Allah sedang menyiapkan beberapa kejutan dan hikmah, pasti kelak Allah akan sadarkan saya bahwa semua yang terjadi jelas yang lebih baik agar saya bisa belajar sabar, menerima, dan ikhlas.

Thank you Novita for making special gifts for me.

Lampung, 24 April yang ke-27

Advertisements

Suoh, Surganya wisata Alam yang tersembunyi di Lampung? (Danau Asam)

Wisata alam saat ini tengah di kembangkan di berbagai daerah, karena selain memiliki daya tarik wisatawan lokal maupun non lokal, wisata alam juga menyuguhkan pengetahuan yang baru tentang budaya penduduk setempat. Salah satunya adalah wisata alam yang berada di Suoh, Lampung barat.

Daerah ini memang  belum lama terkenal karena lokasinya yang jauh dari kota Bandar Lampung. Orang-orang pun harus menggunakan kendaraan pribadi karena lokasinya yang jauh dari pusat kota. Oleh sebab lokasinya yang jauh dari pusat kota itulah yang membuat wisata alam Suoh masih sangat asri, original dan belum banyak sampah. Walau pada saat-saat tertentu wisata alam yang berada di daerah ini juga ramai dikunjungi. Penasaran? wisata alam apa saja yang ada di Lampung Barat terutama daerah Suoh ini? Yuk simak perjalananku kali ini.

Danau Asam Suoh

Nah, yang pertama kali kami kunjungi saat sampai di Suoh adalah danau Asam. Danau ini cukup jauh dari pusat kota, kurang lebih 3 hingga 4 jam dari kota Liwa. Kebetulan, kami berangkat dari kecamatan Way tenong dan menggunakan motor trail sehingga hanya butuh waktu 2,5 jam saja dengan medan yang cukup menegangkan. Fyi, jalan yang kami lewati adalah jalan terobosan dimana kami harus melewati hutan rimba yang jarang dilewati orang.

Bagi traveler yang suka banget alam, jalan ini nggak salah buat dilewati. Konon jalan ini dulunya hutan rimba yang hanya dapat dilewati oleh pejalan kaki saja.

Danau Asam sendiri merupakan danau yang sangat luas, jernih dan bersih. Saat menuju kesana, ada beberapa penjual makanan yang berjejer di pintu masuk danau, walau terlihat sepi dan hanya ada beberapa saja yang buka. Kami pun masuk tanpa membeli tiket karena tidak ada petugas yang berjaga. Kemungkinan hanya di hari-hari libur atau weekend petugas berjaga.

Angin sepoi-sepoi membelai kerudungku. Pepohonan bakau berbisik pelan, suasana sepi, sejuk dan syahdu sekali, menenangkan. Bahkan suara burung terbang, air bergerak pun semua terdengar. Sungguh pemandangan yang luar biasa. Gunung di sebrang danau Asam juga turut menjadi pemandangan yang amat elok, mirip seperti lukisan yang saya gambar semasa SD di buku gambar.  Kami merasa ini lukisan Tuhan yang benar-benar nyata. Maha dasyat. Tidak berhenti saya bersyukur karena bisa sampai di tempat ini.

Yang membutuhkan tempat pelarian dikala penat, ingin merefresh otak dan ingin merasakan udara dan suasana yang tenang, tempat ini tidak akan pernah salah jadi list liburan kalian, walau harus membutuhkan perjuangan yang ekstra untuk sampai ke tempat ini. Kalian bisa ngecamp juga kok di dekat danau, bakal asyik kan? Di Danau tersebut juga ada beberapa gazebo yang bisa digunakan untuk sholat atau beristirahat. Toilet juga tersedia meskipun persediaan air tidak selalu ada, tapi bisa juga mengambil air dari pinggiran danau.

 

Rak Buku

It’s like one of my dreams come true.

Setelah 8 tahun merantau, akhirnya saya kembali dan tak lupa saya syukuri dengan menghadiahi diri saya sebuah rak buku yang saya desain sendiri dan dibuat oleh sang ahli. Yang semula saya ingin sekali memesan rak buku yang berjajar di toko mebel atau order di Ikea, pada akhirnya saya memilih handmade dan di cat dengan warna putih mengkilap. Ciamik hasilnya, keren banget dan puas plus bakoh, karena kayu pun baru saja di tebang dari pohon belakang rumah.

Nah, setelah cat mengering, saya pun segera menata buku-buku yang berada di setiap sudut rumahku, bersusun namun tak rapi, sebagian berada di lemari usang berumur sekitar 25 tahunan.

Saya sangat bangga bisa berinvestasi lewat koleksi buku. Jika ditotal sudah berapa rupiah yang saya keluarkan untuk membeli buku, belum lagi buku dari SMP dan SMA yang semua buku paket harus beli dan masih tersimpan dirumah. Ibu yang merawatnya, semula ia taruh di dalam kardus-kardus besar, dan sesekali saya bisikan ke Ibu, “besok saya mau bikin perpustakaan di rumah ya Bu”, Ibu seperti biasanya hanya diam. Diam biasanya mengiyakan.

Nah, guys, betapa besyukurnya saya bisa mengumpulkan buku sebanyak ini, dan saya sedang menabung lagi agar bisa datang ke BBW International book sale di Jogja atau Bandung. Semoga upaya menjadikan rumah sebagai perpustakaan atau taman baca bisa terwujud. Aamiin. Doanya ya teman-teman.

Ini dia penampakan desain rak buku dan buku-buku yang telah tersusun dengan rapi.

D

Apa 6 hal yang paling membuatmu rindu Jogja?

Jogja, selain terkenal dengan Keraton dan Sultannya, kota ini juga merupakan kota pelajar yang selama ini masih menjadi tujuan orang-orang melanjutkan kuliah.

Ada banyak sekali kampus yang berada di Jogja, ya namanya juga kota pelajar, pasti banyak pelajar disana. Nah, sebagai perantau yang pernah tinggal di Jogja akan sangat merindukan kota ini karena memiliki banyak keunikan budaya, wisata, dan kuliner dan kenangan yang terjadi selama di Jogja bukan? Apa sajakah hal yang membuat rindu ingin kembali ke Jogja? 6 hal dibawah ini barangkali mewakili rasa rindumu juga dengan jogja.

  1. Wisata kuliner

Makanan apa yang paling terkenal di Jogja?Gudeg? Bakpia? Oh, tidak hanya itu saja ternyata. Jogja sendiri memiliki beragam kuliner yang membuat saya rindu ingin kembali kesana. Salah satunya adalah penyetan, selain penyetan, sate klatak yang terkenal itu juga membuat saya ngiler. Nah, satu lagi yang paling saya gemari saat masih tinggal disana yaitu Burjo. Burjo yang katanya berasal dari Bandung ini juga sangat menjamur di lingkungan kampus lo. Selain murah, disana juga ada beberapa menu yang enak dan mengenyangkan seperti magelangan, mie rebus, nasi goreng, nasi sayur dan lauk pauk. Ini nulis sambil bayangin dan laper dong.

  1. Sunmor (Sunday morning)

Sunday morning ini berada di jalan antara kampus UNY dan UGM. Jadi penjualnya itu berada di trotoar sepanjang jalan antara UNY dan UGM. Apa saja yang dijual? Buanyak! Ya kayak pasar gitu deh, pasarnya mahasiswa. Nggak sedikit lo mahasiswa berjualan disana. Ada banyak penjual makanan/jajanan, dari berat sampai ringan, pakaian, jilbab,sepatu keperluan anak kos pun banyak dijual di Sunmor. Sunmor  hanya buka satu minggu sekali di minggu pagi, biasanya dari pukul setengah 7 hingga jam 12 siang. Bisa nih jadi solusi tempat pelipur lara saat weekendmu sepi dan bingung mau kemana, shopping aja ke Sunmor. hehe

  1. Wisata alam

Selain Kota Jogja, ada Bantul, Gunung kidul, Sleman dan Kulo Progo di daerah istimewa ini. Nah, di kabupaten tersebut memiliki banyak sekali wisata alam yang menarik, murah dan terjangkau. Tinggal dipilih mau wisata yang seperti apa, wisata alam yang banyak bukitnya, pantai, candi dan hamparan bukit disekelilingnya atau wisata kebun bunga matahari? Semuanya hampir lengkap disana. Kalau kamu mahasiswa yang suka jalan-jalan, nggak ada salahnya lo seminggu sekali refresh ke wisata alam tersebut menghilangkan penatnya kota Jogja. Jalan menuju ke tempat-tempat wisata itu pun sudah banyak di Google Map, so jangan takut nyasar.

  1. Suasana keramaian kampus (read:suasana belajar)

Wah, sebagai seseorang yang senang membaca, saya sangat senang saat tinggal di Jogja dan berada di kampus yang memiliki perpustakaan yang cukup lengkap. Selain itu, ada juga perpustakaan daerah yang menjadi salah satu perpustakaan terbesar di Asia tenggara. Nah ini nih yang saya banget, suka dengan suasana kampus, kesibukannya dengan tugas, presentasi dan organisasi. Rindunya masa-masa kuliah.

  1. Majelis Ta’lim

Mahasiswa muslim ni khususnya, ada banyak sekali majelis ta’lim yang bisa kita datangi di sekitaran Jogja, terutama disekitaran kampus. Ada yang kajian rutin mingguan, bulanan dan pengajian akbar. Semua bisa membantu kita memperdalam ilmu agama kita lo. Biar nggak kosong imannya dan amalnya. Oh iya, ada beberapa masjid di sekitaran kampus UGM dan UNY yang memiliki kajian rutin, seperti masjid Nurul Asri Deresan, Masjid UGM, Masjid UNY dan masih ada beberapa yang lokasinya tidak terlalu jauh dari kampus. Datanglah, biar jadi mahasiswa yang balance dunia akhiratnya.Aamiin.

  1. Suasana Kos

Sebagai perantau yang ngekos tentunya pernah merasakan suasana kos yang berbeda dengan suasana rumah. Meski begitu, kos bisa menjadi sama seperti rumah walau orangtua kita kandung berada di kampung halaman. Ada ibu dan bapak kos, dan teman-teman kos yang serumah dengan kita. Suasana seperti itu juga saya rindukan, nonton film bareng, makan bareng dan ngantri kamar mandi wkwkw.

Rindu sekali dengan hal-hal diatas, toss! kalau rindu kita samaan. Yang masih merantau di Jogja, puas-puasinlah mencari ilmu dan amal di Jogja, jangan jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang) aja dong. Banyak banget hal positif yang bisa kamu dapetin selama tinggal di Jogja. 

Menjelajahi Suoh

Bersama keponakanku, Aku menjelajahi daerah Suoh. Nah, anak dari sepupuku  ini kebetulan sudah lulus SMA dan tidak melanjutkan kuliah karena harus meneruskan bisnis Bapaknya sebagai tengkulak kopi. Jadi nggak salah ketika menjelajahi daerah ini bersamanya, karena hobi dia juga ternyata jalan-jalan.

Wah senangnya.

Kayaknya ini perlu disyukuri karena menemukan saudara yang punya hobi sama. Waks

Awalnya agak ragu buat menjelajahi Suoh karena jarak desa tempat tinggal kami dengan daerah tersebut cukup jauh. Kita tidak akan menemukan jalan layaknya jalanan di desa bahkan kota. Tapi kita akan melewati jalanan tanah, tidak banyak rumah, bahkan aliran sungai pun bisa jadi akan kita lewati.

And do you know?. Semua yang dia katakan itu benar sekali, bahkan aku harus beberapa kali turun dari motor yang kami naiki karena jalanan bekas aliran sungai itu licin dan berbatu.

OMG, it was really  amazing! Untuk pertama kalinya aku menemukan jalanan yang tampak bukan seperti jalan namun aliran sungai, fix. Yang bikin merinding lagi  adalah karena kita melewati rimba yang bukan hanya ada perkebunan kopi tapi benar-benar the real forest, yang di dalamnya banyak pohon-pohon yang menjulang tinggi dan tua. Di sepanjang perjalanan aku mengucap syukur karena sudah di beri umur menjelajahi alam yang indah dan berdoa keselamatan supaya dilindungi karena daerah tersebut memang benar-benar sepi tiada orang, rumah atau apapun.

Setelah setengah jam perjalanan, kami akhirnya bertemu beberapa orang yang sedang membawa dua karung kopi yang baru saja dipanen. Mereka semua ternyata tukang ojek yang khusus membawa kopi hasil panen masyarakat setempat. Karena rumah mereka cukup jauh dari kebun, jadi mereka harus menggunakan jasa ojek pengangkut kopi menggunakan motor trail. Jangan tanya kenapa tidak pakai ojek mobil of course karena jalanan disini tidak bisa dilewati oleh mobil, motor pun harus menggunakan motor off road atau sejenis trail, kalau tidak, sudah dipastikan akan sulit dan tidak kuat menaiki tanjakan dengan jalan yang terjal.

Sewaktu kami melewati jalanan yang sempit seperti layaknya aliran sungai kecil, disitu kami bertemu satu ojek kopi lagi. Awalnya kami hanya menyapa dengan membunyikan klakson. Tapi tiba-tiba aku mendengar tukang ojek tersebut meneriaki kami minta tolong. OMG, kenapa kami tidak berfikiran kalau ternyata tukang ojek tersebut berhenti karena ban sepeda motornya tersangkut di tebing yang ada di pinggir jalan. Akhirnya keponakanku yang membantu Bapak tukang ojek dan berhasil menyelamatkan perjalanan Bapak tukang ojek. Ah, senang juga bisa saling membantu, meski aku hanya menyaksikan saja. Hehe.

Setelah kurang lebih satu jam setengah kami melewati jalanan yang super amazing, kami akhirnya menemui jalanan beraspal.  Dan tidak jauh dari jalanan aspal tersebut kami sudah bisa melihat panorama danau asam dan danau lebar Suoh. Seketika lunas terbayar atas apa yag sudah kami lewati, jalanan yang super terjal demi sampai ke tempat bak surga dunia.

Danau asam adalah tujuan pertama kami. Awalnya ragu, apakah harus membeli tiket untuk masuk ke lokasi atau tinggal masuk saja?

Karena terlihat sepi dan kami melihat beberapa pengunjung yang santai saja saat memasuki lokasi, kami pun ikut masuk juga tanpa membayar karena memang tidak ada petugas yang berjaga di area tersebut.

Kami berhenti di salah satu gazebo di area pinggir danau. Dan, amazingly, kami sudah bisa melihat keindahan alam yang tiada duanya di Lampung. Welcome, danau Asam Suoh. I am glad being here.

I miss anything about seeing the calm, cool, green, and watery place like this Lake.

Nggak berhenti-hentinya aku mengucap syukur dan merasakan betapa hati dan fikiran menyatu menjadi tenang tanpa beban. Beberapa kali aku menghirup udara segar dan angin yang berhembus menambah kesyahduan dan rasa syukur.

Amazingly, this is toxic for being healthy and stays happy. Whatever anything happens in my life, I try to make it simple, looking the positive side and trying to thank GOD because we can see amazing nature with the perfect eyes and everything given by Allah. 

Setelah menikmati panorama danau Asam yang di seberangnya terdapat bukit atau pegunungan yang menjulang tinggi, kami pun melanjutkan perjalanan ke danau lebar. Di tempat ini, kami hanya bisa memandangi alam dan danau yang kebiruan dari atas bukit. Tidak kalah indahnya, karena dari atas bukit tersebut kami bisa melihat luasnya danau dan hutan dan pegunungan yang mengelilingi danau Lebar.

Sejujurnya aku masih belum puas menikmati keduanya, tapi karena waktu, akhirnya kami melanjutkan perjalanan lagi ke kawah Keramikan dan kawah Nirwana. Nah, perjuangan melihat keindahan bahkan kecantikan alam dimulai dari tempat ini.

Kawah, seperti yang kita tahu, terbentuk awalnya karena adanya letusan gunung berapi dan menjadikan kawah yang di dalamnya terdapat belerang dan lumpur yang panas. Nah, sebab itulah lahar yang mengeras dan membeku lama kelamaan menjadi seperti lantai yang berlapis-lapis seperti keramik atau batu marmer, mengkilap dan keras serta indah di pandang. Nah, yang nggak kalah menariknya lagi adalah keramik yang terbentuk di kawah Nirwana. Kawah Nirwana juga sama, berasal dari belerang atau lahar yang membeku, tapi menariknya, bekuan tersebut menjadi gundukan dan membentuk seperti stalaktit, stalakmit di goa. Ada yang meruncing, ada yang menggunduk, dan ada seperti bekas lelehan yang mengeras. Berkali-kali nggak berhenti mengucap syukur. Karena Allah memberiku waktu melihat ciptaanNya yang superb mashaa Allah. Di lokasi kedua kawah memang tidak begitu aman, karena terdapat semburan air panas dan belerang yang cukup berbahaya, jadi kita dianjurkan untuk memperhatikan batas-batas yang sudah dberi palang dan kayu agar tidak dilewati oleh pengunjung.

Di lokasi kawah keramikan dan Nirwana ini di lengkapi beberapa fasilitas sperti tempat parkir, mushola, kantin dan tour guide. Kami hanya membayar 32.000 ribu untuk bisa memasuki kedua kawah tersebut sekaligus biaya parkir untuk satu motor dua orang. Ketika sampai di parkiran atau pintu masuk kawah, akan ada beberapa penjual makanan dan gazebo untuk beristirahat jadi tidak perlu khawatir. Di tempat ini juga ada penyewaan topi lo, karena lokasi kawah dari pintu masuk cukup jauh sekitar setengah kilo dri pintu masuk, dan hawa panas menyengat akibat kawah panas serta cuaca yang juga sedang panas saat ini.

Wah, senang dan bersyukur. Alkhamdulillah.

Menjelajahi Kampung Halaman

Whatever the definition of hometown is, everyone has his own place for going home, right?

Lampung adalah kampung halamanku, meski bukan terlahir sebagai orang asli daerah , namun disanalah aku dilahirkan dan dibesarkan.

Lampung, kalau dilihat dari peta tidak jauh dari pulau jawa, letaknya berada di ujung pulau Sumatra. Begitu kita menyebrangi selat sunda dari pulau jawa, kita akan sampai di pelabuhan Lampung, Bakauheni.

Tapi nggak semudah itu juga lo untuk sampai ke daerah atau desa tempatku tinggal. Karena ternyata Lampung itu luas. Kita harus menempuh sekitar 7 jam dari pelabuhan untuk sampai ke daerah tempat tinggalku. karena berada di bagian tengah propinsi dan harus melewati Lampung bagian selatan dulu, lalu kota Bandar Lampung dan Lampung tengah.

Lumayan jauh kan? Meski jauh, ditambah jalanan rusak, tapi rumah adalah tempat untuk pulang, dan mengenang masa kecil adalah hal yang membahagiakan.

Nah, kepulanganku kali ini cukup berwarna karena akhirnya bisa menjelajah lebih tepatnya mengunjungi kebun Kopi milik Bapak yang berada di Lampung Barat.

My journey starts here!

Ini adalah perjalanan pertamaku menjelajahi Lampung Barat, meski belum ada setengahnya dari daerah tersebut, setidaknya aku sudah pernah menginjakkan kaki di tengah-tengah hutan rimba, kebun kopi di daerah Lampung Barat.

Sedikit Cerita Tentang Kebun Bapak

Pertama kali Bapak memulai usaha adalah dengan membuka lahan kawasan hutan dan menjadikanya perkebunan kopi. Lampung Barat sendiri merupakan bagian dari daerah Lampung yang berada di bagian barat. Butuh waktu sekitar empat jam dari Lampung tengah untuk sampai di daerah tersebut.

Nah, setelah mendapatkan hasil dari perkebunan kopi tersebut, Bapak dan keluarga besarnya berpindah ke Lampung Tengah, rumah yang sekarang kami tinggali. Kebun tersebut akhirnya diurus oleh keluarga lain yang masih menetap disana. Jadi Bapak hanya terima beres saja.

Dulu Bapak tinggal di gubuk panggungnya yang sampai sekarang masih ada di tengah-tengah kebun. Terlihat memang betapa perjuangan beliau sangatlah tidak mudah dibandingkan kehidupannya sekarang. Hasil kebun itupun menghantarkan Bapak membesarkan anak-anaknya, bahkan menyekolahkan hingga perguruan tinggi. Bapak bangga, karena kerja keras beliau akhirnya terbayar dengan melihat anak-anaknya bisa lulus sarjana bahkan master. Kerja keras dan doa yang tidak pernah terputus adalah wejangan yang selalu Bapak dalilkan untuk anak-anaknya.

Jika ingin hidup bahagia maka bersiaplah untuk berjuang

Cerita tentang rumah panggung yang dulu Bapak tinggali memiliki banyak sejarah. Konon rumah tersebut pernah diterjang gajah, dibobol beruang bahkan sampai pernah hampir roboh karena termakan usia. Namun beberapa saudara yang kadang menempati rumah tersebut untuk beristirahat, merawatnya sehingga rumah masih ada hingga sekarang. Tidak jauh dari rumah itu terdapat rimba dan sungai yang jernih untuk mandi dan memasak. Seru bukan? Namun sayang, sungai tersebut sudah tidak digunakan lagi untuk kebutuhan manusia karena sudah menjadi rimba yang tertutup pepohan yang rimbun.

Tapi sungguh, tinggal di perkebunan itu membuat hati tenang dan damai karena rumah kami jauh dari tetangga dan jauh dari keramaian kota. Jumlah rumah yang berada di dekatnya pun bisa dihitung dengan jari. Apalagi saat ini, orang-orang sudah sukses dan memilih membangun rumah di dekat kota. Hampir semua kawasan perkebunan tinggallah kebunnya saja dan rimba menjadi semakin rimbun. Konon, hutan rimba yang dulunya biasa dilewati orang-orang pun kini sudah tidak bisa lagi dilewati. Hutan rimba kini semakin angker, banyak hewan buas dan tidak satu orang pun berani melewatinya. Ada baiknya sih, karena hewan langka yang hidup disitu bisa hidup tenang tanpa terganggu oleh manusia.

Ngomong-ngomong soal hutan rimba, dulu sewaktu masih kecil, aku pernah diajak mandi di air terjun yang terdapat di hutan rimba tersebut. Yang kuingat, air terjunnya sangat deras, airnya bahkan masih jernih sekali. Suatu hari aku dan keluargaku hendak berkunjung ke rumah saudara yang rumahnya hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki melewati hutan rimba. Lalu, kami beristirahat di sebuah air terjun dan bermain air disana. Ah, rasanya ingin sekali mengunjungi tempat itu lagi dan menikmati bagaimana alam mempertahankan kelamiannya di jaman seperti sekarang ini. Namun, sepertinya sudah tidak mungkin lagi kutemui suasana seperti itu. Kalaupun ada barangkali airnya sudah tidak sederas dan sejernih dulu.

bersambung

Happy Friday ……

friday afternoon, Hii… Happy friday everyone.

Alhamdulillah It’s Friday.

Selalu bersyukur kalau sudah melewati hari-hari antara senin- jumat. dan siap-siap sabtu ahad dan entah mau pergi kemana lagi hehe. let’s go! masih banyak tempat yang belum kamu kunjungi Nuul *think*

eh, ceritanya sore ini agak free tapi masih ada satu sesi ngajar bersama Ara, heeey training jadi calon guru sudah terlewati tinggal pembekalan dan tanda tangan kontrak. waw banyak ya prosedurnya ? dan di training teaching ini I learned a lot of things. exactly I am totally zonk about English world guys.

my grammar is not really good, then I am in Masters degree now, How fool I am. my speaking is also not better than you guys. and last my teaching method also very -very classic hahha

English and children. now you are colouring my day.  I learned a lot how to teach well, how to pronounce well, how to communicate use English uncomplecatedly. hidup udah complicated jangan bicara yag complicated lagi, my beautiful trainer told me.

pokoknya I really really thanks to You God for the chance and much time to learn many things about your knowledge. now!  I must learn more and more ! because I am a master of English ! so, do the best practice! thanks to you ! I love you !